tips dan trik menghemat bbm

TIPS DAN TRIK BERHEMAT BBM

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat para pemilik kendaraan makin perhatian terhadap angka konsumsi BBM. Kenaikan pada tahun lalu memaksa sebagian besar pemilik kendaraan yang menghitung kembali budged pengeluaran bulanan untuk kendaraannya. Yang pasti, dengan jarak tempuh yang sama harus merogoh kocek yang lebih dalam lagi.
Untuk pengendara yang mengemudikan mobil dengan perangkat Multi Information Display (MID) bisa dengan mudah memantau pemakaian BBM. Lalu, bagaimana kalau angka MID menunjukan pemakaian BBM yang boros ? boros tidaknya pemakaian BBM juga tergantung dari gaya mengemudi, selain factor teknis mekanis tentunya.
Berikut beberapa tips dan trik yang perlu dilakoni untuk menekan anggaran BBM :
Jangan Menghentak.
Injakan harus stabil dan bertahap. Kalau pedal gas diinjak secara tiba-tiba, otomatis bahan bakar yang akan dihisap ke ruang bakar juga semakin banyak. Sementara, pada saat itu putaran mesin masih rendah. Akibatnya tidak semua bahan bakar yang masuk ke ruang mesin terbakar. Ini yang dimaksud dengan pemborosan. Karena, bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, tetapi ikut terbuang lewat knalpot.

Kenali RPM Mesin.
Salah satu cara membuat konsumsi BBM yang efisien adalah melakukan pergantian gigi (transmisi) yang tepat, yaitu pada saat mesin mencapai torsi maksimum (momen maksimum). Pemindahan gigi ketika mobil tengah membutuhkan torsi (daya dorong) yang besar, sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan keterangan mengenai moment maximum (torsi maximum) masing-masing mobil (biasanya dalam satuan kgm/rpm). Sementara, apabila kendaraan sudah bergerak (di mana daya dorong tidak diperlukan), paling efisien bila melaju dengan RPM di antara 2.500 s/d 3.500 dan dengan gigi tertinggi.
Contoh, data teknis pada manual book tertulis torque maximum : 200Nm/3750rpm. Ini berarti momen tertinggi sebesar 200Nm terjadi pada saat mesin berputar sebanyak 3750 per menit.
Pada contoh ini, berarti sebaiknya kita melakukan perpindahan gigi ketika rpm menunjukan kisaran angka 3750. Angka RPM dapat dilihat di tachometer yang berada pada dashboard mobil.
Angka RPM di tachometer amat penting diperhatikan. Untuk mengefektifkan konsusi BBM, saat melaju di jalan pertahankanlah putaran mesin pada kisaran torsi maxsimum tersebut. Karena, pada saat itulah suplai BBM sangat sesuai dengan output yang dihasilkan mesin.
Satu kebiasaan yang sering kali dilupakan pengendara adalah, tidak segera menyesuaikan gigi perseneling setelah penurun kecepatan (deselerasi). Setelah berlari kencang lalu tiba-tiba mengerem mendadak, sebaiknya juga mengoper gigi perseneling ke posisi lebih rendah.

Ukur HC dan CO.
Boros atau tidaknya konsumsi bahan bakar juga ditentukan oleh komponen-komponen mesin. Komponen mesin yang sudah banyak mengalami keausan/kerusakan bisa menyebabkan proses pembakaran tidak sempurna. Untuk mendeteksinya, periksa emisi gas buang. Apabila hasil pemeriksaan menunjukan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna (banyak bahan bakar terbuang percuma).

Beban dan Penggerak.
Factor lain yang menentukan konsumsi bahan bakar adalah beban dan penggerak (pendorong kendaraan). Semakin berat beban yang harus diangkut, konsumsinya juga akan semakin besar. Yang dimaksud penggerak diantaranya : kopling, bearing (roda), kopel (propeller shaft), as roda, dan roda.

Bila komponen-komponen ini aus atau rusak, akan menyebabkan hilangnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil melaju. Sementara, konsumsi bahan bakarnya tetap besar. Terkait dengan roda, penyematan ban dan velg besar, termasuk juga factor yang mempengaruhi konsumsi BBM.

Berikut, tips lain yang perlu diperhatikan pula :
Kebiasaan ke luar kantor makan siang/malam, lebih baik dikurangi. Membawa bekal/delivery tampaknya lebih baik.
Jika beprgian, ajaklah keluarga/rekan yang satu tujuan/kehendak untuk pergi bersama dalam satu kendaraan. Untuk urusan yang sama tak perlu harus menjalankan dua atau tiga kendaraan sementara dengan satu unit saja sudah cukup.
Beralih ke ankutan umum seperti busway, KA, atau metromini.
Ketika jalanan macet, saat ke luar kota, sebaiknya berhenti dulu. Berganti aktivitas lain seperti istirahat, makan, ke kamar kecil, atau mengisi BBM hingga kemacetan terurai.
Mengemudilah dengan smooth. Kurangi frekwensi pengereman. Saat menghadapi lampu merah tidak perlu menggeber gas, biarkan mobil meluncur karena harus berhenti. Kurangi frekwensi nggeber gas lalu mengerem. Tindakan ini merupakan langkah pembuangan energy yang sia-sia.
Saat meluncur atau menurun, perseneling jangan diposisikan pada neutral. Efek engine brake terbukti lebih menghemat BBM daripada stasioner.
Nyalakan AC seperlunya.
Minta bengkel melakukan setting timing yang tepat sesuai dengan jenis bahan bakar yang dipakai. Titik pengapian terlalu maju atau mundur mengakibatkan boros BBM.
Bersihkan saringan udara (bisa dilakukan sendiri) per 2.500 km atau tergantung kondisi.
Jangan memanaskan kendaraan terlalu lama, maksimum 2 menit saja. Warming-up mesin selam 30 menit, sama artinya dengan terjebak macet selama 30 menit juga.
Carilah rute/jalan alternative yang tidak macet, agak jauh sedikit asal tetap lebih mengirit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: