Cegah Flu Sekarang Juga !

Meski kerap dianggap penyakit ringan musiman, flu tak boleh disepelekan. Selama musim penghujan dan cuaca tak menentu seperti saat ini, kadang hujan lebat dan kadang panas terik, penyakit langganan pun satu per satu mulai bertandang. Dan yang kerap dikaitkan dengan penyakit pergantian musim seperti ini adalah influenza atau flu.
Penyakit yang disebabkan infeksi virus influenza type A, B, dan C ini memang merupakan penyakit saluran nafas atas yang mewabah di musim penghujan. Flu juga dapat menjadi epidemic di belahan dunia manapun, terutama di musim dingin atau hujan. Ini disebabkan virus influenza mudah mati ketika terkena radiasi sinar matahari, sehingga jarang menginfeksi di musim panas.
Di saat musim dingin atau penghujan tiba, virus flu yang membungkus dirinya dengan materi lemak akan meleleh saat terhirup ke dalam saluran nafas manusia. Virus ini lalu menggandakan diri dengan memanfaatkan sel tubuh manusia hingga masa tertentu.
Selama berkembang biak, virus flu akan menimbulkan gejala yang cukup mengganggu. Tidak hanya membuat badan tak nyaman, di saat flu bersarang di tubuh, produktivitas juga akan menurun.
Bersin Sampai Nyeri.
Ketika virus masuk dan menginfeksi sel tubuh, akan menimbulkan beberapa gejala klinis. Sebagaimana gejala yang timbul pada kasus infeksi, influenza juga akan menunjukan gejala demam. Biasanya berlangsung selama 3 hari pertama saja, dimana hal ini merupakan pertanda awal terjadinya aktivitas virus merusak DNA sel inangnya.
Virus influenza yang merupakan virus RNA (Ribosa Nucleat Acid) berbentuk rantai tunggal, akan masuk melalui saluran pernafasan dan menempel kuat pada sel inangnya di saluran pernafasan. Lalu virus akan masuk ke inti sel inangnya, merusak DNA untuk menghasilkan protein selubung virus dan membentuk virus-virus baru.
Selain demam, saat infeksi influenza biasanya juga disertai rasa nyeri otot, nyeri sendi, rasa sensitive di permukaan kulit, juga sakit kepala. Ini merupakan implikasi dari serangan virus yang menginfeksi. Virus yang menginfeksi mukosa pernafasan juga menimbulkan aktivitas pengeluaran lendir di pangkal hidung.

Tak heran di awal terserang flu kita kerap bersin-bersin, yang merupakan reaksi silia saluran nafas untuk mengeluarkan benda asing. Produksi lendir berlebih juga membuat kita menjadi pilek. Ketika terserang flu biasanya disertai infeksi pada tenggorokan yang menyebabkan nyeri menelan. Semua gejala ini bisa bersifat ringan atau berat, tergantung kekebalan tubuhnya.
Pada beberapa orang, tetap akan merasa lemah selama beberapa minggu setelah menderita influenza. Kondisi ini wajar terjadi mengingat ketika terserang flu, tubuh mengeluarkan banyak energi untuk melawan serangan virus.
Menyerang Paru – Paru.
Virus influenza sebenarnya hanya bersarang dalam tubuh hingga menghasilkan virus-virus baru. Lama infeksi virus influenza normalnya berlaku sekitar 5-7 hari. Setelah jangka waktu ini, virus yang menumpang untuk berproduksi akan pergi sendiri.
Meski demikian, jika tak kunjung sembuh dan dibiarkan saja, flu yang diderita akan menjadi bertambah berat. Ingat, kondisi flu yang berkepanjangan bisa mengakibatkan komplikasi. Salah satu komplikasi berat adalah pneumonia atau radang paru-paru.
Pneumonia bisa terjadi karena di saat virus influenza menyerang, juga ditumpangi bakteri atau kuman lain. Apalagi virus influenza juga dapat menggaggu epitel trakeobronkial, yang menyebabkan penurunan ukuran sel dan hilangnya silia pada sekat saluran nafas. Sehingga menyebabkan paru-paru mudah terinfeksi bakteri. Gejala yang ditunjukan biasanya ditandai dengan demam tinggi, batuk-batuk dengan lendir kehijauan, disertai sesak nafas.
Pengobatan Simptomatik.
Meskipun flu bukanlah penyakit berat dan akan sembuh seiring dengan masa inkubasi tertentu, bukan berarti boleh dibiarkan begitu saja. Pengobatan terhadap flu juga tetap diperlukan, meski sekedar meredakan gejalanya saja.
Biasanya dokter akan member obat seperti penurun panas, pereda pilek dan batuk. Disarankan juga untuk minum cukup air dan istirahat selama infeksi berlangsung. Konsumsi air ditujukan untuk menjaga kestabilan cairan tubuh terutama pada kasus demam.
Sedangkan istirahat lebih berfungsi agar tubuh memiliki cukup energi untuk menanggulangi infeksi yang terus berlangsung. Jika sudah terjadi komplikasi seperti pneumonia, radang telinga, atau sinusitis, dokter akan menambahkan antibiotic jenis broad spectrum. Pada keadaan tertentu, infeksi influenza juga memerlukan imunisasi.
Vaksin influenza, biasanya diberikan pada golongan rentan komplikasi influenza seperti manula (usia > 60 tahun), penderita penyakit paru kronik, penyakit jantung, diabetes, gagal ginjal, HIV/AIDS, yang sedang melakukan kemoterapi,dan wanita hamil. Mereka disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza setiap tahun, karena resiko komplikasi yang lebih besar.
Disamping vaksinasi, kelompok ini juga dianjurkan untuk menghindari penularan flu, virus influenza mudah bermutasi. Sebaiknya penderita influenza menutup mulutnya ketika batuk dan bersin, serta tidak meludah sembarangan.

Manfaat Vitamin C dan Zinc.
Untuk mencegah flu, tentu harus menjaga daya tahan tubuh. Caranya ? dengan menjalankan pola hidup sehat : mengonsumsi makanan sehat dan teratur, cukup istirahat, dan olah raga cukup.
Jika ini dirasa tak cukup, suplementasi vitamin C yang diperkaya zinc dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh agar bekerja optimal mencegah flu. Multivitamin seperti vitamin C dan zinc ini efektif dipergunakan untuk mendukung kondisi tubuh pada musim flu.
Vitamin C yang banyak terkandung dalam buah dan sayuran bermanfaat menjaga daya tahan tubuh secara menyeluruh. Sedangkan zinc yang banyak terkandung pada kerang, daging, buncis, kacang, biji-bijian, juga padi-padian juga bermanfaat sebagai imunne system booster atau peningkat system imun.
Dengan mengonsumsi bahan makanan mengandung zinc, akan meningkatkan system imun untuk menangkal makin memburuknya kondisi setelah terinfeksi influenza. Zinc juga dapat mempercepat proses luka secara cepat, menjaga kesehatan kulit dan mata juga memelihara memori.

Tips Cegah Penularan Flu.
• Mencuci Tangan. Upayakan selalu mencuci tangan setiap kali akan makan atau selesai beraktifitas. Gunakan air mengalir, hangat, dan sabun.
• Hindari Sering Menyentuh Hidung & Wajah. Virus influenza mudah bereaksi dengan lendir dan cairan tubuh. Upayakan tak terlalu sering menyentuh hidung, mulut atau area wajah, terutama di musim flu atau jika ada orang terdekat sedang sakit flu.
• Hindari Kamar Anak. Jika anda atau orang dewasa lain sedang sakit flu, sebaiknya jangan tidur sekamar dengan anak.
• Jaga Kebersihan Rumah. Virus influenza dapat bertahan hidup di beberapa alat rumah tangga seperti telepon, permukaan meja, keyboard computer, gagang pintu, remote control, pegangan kulkas, dan lainnya. Gunakanlah cairan desinfektan untuk membersihkannya, terutama saat musim penghujan tiba atau jika ada anggota keluarga yang terserang flu.
• Jangan Berbagi Apapun ! Hindari berbagi makanan, minuman, alat mandi, alat makan, selimut, dan lainnya dengan penderita flu. Sering-seringlah mencuci seprai dan pakaian ketika ada yang sedang menderita flu di rumah.
• Vitamin C & Zinc. Pastikan kecukupan akan vitamin C dan zinc. Bila perlu, konsumsi suplemen makanan yang mengandung vitamin C dan zinc.

Daftar Pustaka :
Majalah Nova.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: