WASPADAI DEMAM BERDARAH

Perubahan cuaca yang terjadi akhir-akhir ini patut diwaspadai. Kondisi cuaca seperti sekarang, berisiko tinggi terjangkitnya demam berdarah dengue, khususnya di daerah yang selama ini rawan demam berdarah.
Demam Berdarah Dengue (DBD) tak pelak menjadi momok bagi masyarakat Indonesia. Peningkatan kasus DBD ini tentunya menjadi perhatian lebih sekaligus ditanggulangi oleh ototritas kesehatan, terutama di daerah. Apalagi DBD dapat berujung pada kematian. Pada musim penghujan seperti sekarang ini, peluang kemunculan penyakit tersebut malah selayaknya menjadi perhatian masyarakat.
Pemandangan yang selalu mewarnai kala musim hujan tiba adalah genangan air yang berisiko menjadi habitat nyamuk untuk bertelur. Nyamuk ini kemudian mengigit manusia dan menyebarkan penyakit. “Nyamuk Aedes Aegypti senang bertelur di genangan air”.
Masyarakat dihimbau agar sedapat mungkin mencegah penularan demam berdarah tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan pemberantasan sarang nyamuk secara kontinu yang dikenal dengan sebutan 3M, yaitu membersihkan, menutup, dan mengubur barang-barang yang dapat menjadi sarang nyamuk. Khusus untuk tempat-tempat penampungan air, sebaiknya ditaburkan bubuk abate.
Demam dengue merupakan bentuk paling ringan dari bentuk berikutnya, yaitu DBD dan dengue shock syndrome (DSS). Demam dengue umumnya menyerang orang yang kekebalan tubuhnya sedang menurun. Saat terkena infeksi dengue, tubuh akan memproduksi kekebalan terhadap tipe virus dengue tersebut. Kekebalan ini akan berlangsung seumur hidup. Namun, demam ini disebabkan banyak tipe virus sehingga walaupun tubuh kebal terhadap salah satu tipe, kenyataannya masih dapat menderita demam dengue dari tipe virus lain.
Sementara DBD merupakan demam dengue dengan derajat yang lebih berat. Perbedaan yang paling utama adalah pada demam dengue tidak ditemukan pendarahan pada pasien. Pada kulit pasien dengan demam dengue, hanya tampak ruam kemerahan.
Sementara, pada pasien DBD akan tampak bintik pendarahan. Selain pendarahan pada kulit, penderita DBD juga dapat mengalami pendarahan dari gusi, hidung, usus, dan bagian tubuh yang lain.

Demam dengue memiliki beberapa tanda dan gejala, yakni panas yang berlangsung antara 4-7 hari setelah gigitan nyamuk pembawa virus tersebut dan disertai dengan gejala lainnya. Di antarannya panas tinggi hingga lebih dari 38° C yang berlangsung hingga 5-7 hari. Diikuti dengan nyeri kepala dan nyeri di bagian belakang mata, termasuk pada otot dan sendi. Penderita juga akan mengalami mual dan muntah serta tidak nafsu makan, dan muncul tanda kemerahan pada kulit.
Sementara DBD memiliki tanda-tanda seperti tadi, ditambah dengan adanya manifestasi pendarahan spontan, seperti bintik-bintik merah di kulit yang tidak hilang jika ditekan, terutama di daerah siku,pergelangan tangan, dan kaki. Adanya pembesaran organ hati dan limpa serta kebocoran plasma yang ditandai dengan nilai hematokrit yang meningkat atau menurun 20% atau lebih dari nilai normalnya. Penderita DBD juga berisiko akan adanya cairan dalam paru-paru dan penumpukan cairan dalam rongga perut.
Bentuk paling berat dari infeksi virus ini adalah DSS. Gejalanya meliputi adanya penurunan kesadaran, tekanan darah sangat rendah, nadi cepat dan melemah, serta tangan dan kaki pucat dan dingin.
Penderita penyakit ini bisa saja dirawat di rumah apabila kondisi penderita masih dapat makan dan minum, serta tidak mengalami mual atau muntah yang berat. Perawatan dapat dilakukan dengan memberikan kompres hangat, obat penurun panas, pereda nyeri, dan anti muntah bila perlu.
Apabila kondisi penderita tidak membaik atau menunjukan tanda-tanda shock, bawa penderita segera ke rumah sakit. Umumnya setelah mengalami penyembuhan setelah 7-8 hari, penderita akan mengalami penyembuhan.dapat dilihat dari demam yang turun perlahan, nafsu makan dan minum membaik, lemas yang berkurang, dan tubuh terasa segar kembali.

Pertolongan Pertama Bagi Penderita DBD.
Saat anggota terkena DBD, segera lakukan pertolongan agar tidak semakin parah seperti :
• Pertolongan bagi penderita DBD penderita diberi minum yang banyak.
• Penderita dikompres dengan air dingin.
• Penderita diberi obat penurun panas.
• Secepatnya penderita di bawa ke dokter, puskesmas atau rumah sakit, khususnya bila penderita tampak gelisah, ujung kaki dan tangannya dingin dan berkeringat.
Penularan DBD.
DBD dapat dengan mudah menular melalui vector penularnya, yakni nyamuk aedes aegypti melalui gigitannya. Meskipun nyamuk aedes albopictus dapat menularkan DBD, perannya dalma menyebarkan penyakit sangat kecil karena biasanya hidup di kebun-kebun. Seminggu setelah gigitan nyamuk aedes aegypti yang mengandung virus dengue, maka orang tersebut akan jatuh sakit demam berdarah, atau dapat juga tetap sehat tetapi menjadi carrier (sumber penular dengan menyimpan virus dengue).
Karena nyamuk yang mengigit orang yang darahnya mengandung virus dengue, sepanjang nyamuk tersebut hidup, maka akan tetap mengandung virus dengue dan setiap saat dapat ditularkan kepada orang lain melalui gigitannya pula (mengigit pada siang hari). Apabila terdapat tetangga anda yang menderita DBD dan lokasi rumahnya yang berada tidak jauh dari rumah anda, maka perlu diwaspadai akan keberadaan nyamuk aedes aegypti.
Hal ini karena kemampuan terbang nyamuk tersebut ±40m, dan jangkauan terbang maksimal sejauh 100m. karena itu secepatnya melakukan pembersihan terhadap tempat-tempat penampungan air di sekitar anda atau menghubungi puskesmas terdekat. Setiap orang dapat terserang demam berdarah setelah digigit nyamuk aedes aegypti yang mengandung virus dengue.

Sumber :
Koran SINDO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: